Adakah Kemungkinan Indonesia Bisa jadi Super Power Dunia?
Dari argumen dan alasan-alasan yg saya tangkap tergambar keraguan akan
masa depan kita bangsa ini untuk mampu jadi salah yg terdepan dalam
percaturan global .. Keraguan bahwa kita ngak mungkin jadi sebuah
super power utama tersebab ketertinggalan disegala bidang terutama
Pendidikan dan Pertumbuhan ekonomi,Iptek, kecerdasan dst..dst..
Bukannya kita super power tapi super powder negara bubuk atau negara
debu dibanding geografis lain, ini kata seorang pengamat… bahkan
sipembual muskitawati mengoceh kalau para ulama dan kyai masih
didengar pendapatnya, kita ngak kan bakalan jaya.. hehehee
Saya menangkap ada semacam kemustahilan dalam bergerak ke arah puncak
Peradaban sedang para Futurolog telah mendeklarasikan akhir sejarah
dgn Barat selaku pemegang hegemoni dan abadinya sistem liberalism
Kapitalisme dgn baju Demokrasi. Artinya para kampium Demokrasi berpola
kapitalis liberal akan pegang kendali take hold segala aktivitas
global… Dapat dibaca dari ocehan Francis Fukuyama dalam The Last Man
and the end of History juga banyolan si penghasut Class of
Civilizatioan Samuel P Huntington. Sedang pemikir-pemikir Eropa
menyusun mazhab Dekonstruksi dgn upaya besar mengenyahkan Metafisika
dari khazanah Filsafat berfikir lewat tangan Foucauld dan Derrida..
artinya nilai-nilai agama yg cenderung metafisis akan diganti dgn yg
real ” ada” dan tampak nyata( absent and ) dan positif hadir (
exist)yaitu Materialisme berwujud modal dan mesin juga tubuh manusia…
Keunggulan barat ini jadi begitu menyeramkan bagi sebagian besar orang
Timur sehingga kita kebanyakan mengekor pada sistem yg dibangun oleh
mereka para kulit Putih.. Ada pendapat mustahil mengenyahkan
peradaban materialisme dgn dilawankan dgn sistem spiritualism Murni
atau juga dgn kwantitas manusia yg banyak sebab tekhnologi sains
mereka ngak bisa dihadang dan orang-orang kita ngak punya nyali alias
tukang-tukang mimpi….
Barat berawal dari peradaban Spirit timur lalu bergerak ke
rasionalisme dan empirisme, tapi akhir-akhir ini muncul filsafat
materialism dan eksistensialism yg lalu berbelok kearah dekonstruksi
spirit dan nilai sosial , hasilnya eksploitasi alam kelewat batas,
eksploitasi perempuan dan eksploitasi konsumsi massal.. jelas ini
adalah keliru dan fatal bagi umat yaitu kepunahan alam berikut
kepunahan manusia yg bergantung pada alam untuk eksis… tidak ada
kelestarian alam , tidak ada manusia!!!
Maka konklusi saya: peradaban sekarang yg liberal kapital perlu
diganti dgn peradaban nilai ketimuran yg menjunjung kesederhanaan,
sosialistis dan spiritualist… Maka argumen saya adalah ada peluang
untuk mengganti kekeliruan barat yg telah salah arah.. Peluang itu ada
di Timur bukan lagi dibarat( eropa dan America)…
Dan yg paling punya peluang adalah negara-negara yg menghargai nilai
spirituil tanpa meninggalkan modernisme dan kebebasan berfikir
berwujud Demokrasi suara… Dan Negara itu mesti punya sintesa antara
filsafat, agama , materi dan sosialism.. Saya menemukan PANCASILA kita
mengandung unsur-unsur ini yaitu Teologi, Nasionalisme, Demokrasi,
keadilan sosial dan kesetaraan kemanusiaan.. Pancasila yg dasar
filsafat kita punya sintesa antara Timur dan Barat… artinya secara
weltanschauung ( world view)atau Pandangan Dunia , kita bangsa ini
telah punya yaitu Pancasila .. persoalannya tinggal bagaimana kita
memanfaatkan pandangan dunia yg kita anut? Bagaimana menjabarkan
prinsip ekonomi Pancasila yg berkeadilan sosial dgn semangat
keberagaman Pendapat dan aliran( pluralisme)…
Kunci permasalahan bukan pada sumber daya alam , juga bukan pada
posisi geografis dan jumlah penduduk yg banyak, tapi pada manusianya..
sebab dalam sejarah terbukti semua bangsa yg pernah jadi super power
dunia tidak mengandalkan pada sumber daya alam tapi orang-orangnya yg
proaktif dan agressif juga ekspansive berikut falsafah fikirnya…
Arab yg gersang penuh pasir bangkit jadi super power diabad ke 7 M dgn
filsafat Islam Spirituil murni, Bangsa Mongol hidup di daratan rumput
daerah stepa Asia Tengah bangkit jadi Penguasa Dunia.. Romawi dan
Yunani yg mengandalkan manusia-manusia militer dan Filosof deduktif
merajai dunia era sebelum Masehi, Inggris raya yg miskin sumber alam
bangkit dgn melayari segala penjuru bumi lewat gagasan filsafat
Empirisme, Belanda yg kecil hanya sebesar wilayah Banten bahkan
menjajah daerah sepanjang eropa yaitu wilayah orang Nusantara lama yg
dogol.. Orang Jepang yg kate bangkit dari kehancuran Perang Dunia ke 2
dan sukses dgn made in Japan dimana-mana. Ini berkat perpaduan
rasionalisme dan filsafat Bushido.. Jangan lupa Bangsa Turki Ottoman
yg ngak punya wilayah tetap dan lari kesana-kemari diburu banyak
agressor malahan berbalik jadi pemburu no 1 dan memegang kendali
peradaban dunia di abad ke 15 dan ke 16..
Jadi tidak ada alasan bahwa kita Indonesia tidak mampu jadi A NEW
SUPER POWER NATION!!!
Pilihan itu tinggal pada kita , memperbesar peluang kejayaan atau
menyia-nyiakan segala potensi luar biasa yang ada di bumi Indonesia..
Semuanya dikembalikan pada otak , kaki dan tangan manusia-manusia
Indonesia.. dan pertanyaan berobah jadi dengan jalan bagaimana kita
bisa mencapai puncak jaman keemasan Indonesia???
Walau begitu emang perlu proses untuk bergerak kearah sana,
sebagaimana USA berawal tahun 1776 dgn George Washington selaku
produser dan Prancis tahun 1778 semasa Revolusi Prancis baru bangkit
jadi Negara-negara Super-power.. Tapi benar bahwa waktu pembelajaran
bisa dipersingkat dgn melimpah ruahnya imformasi ttg kebangkitan
sebuah peradaban

Be the first to comment.